Skip to content
EconomiciumEconomic news, in minutes.
Forex

Bolivia Pertimbangkan Stablecoin Tether untuk Mengatasi Kekurangan Dollar

Oleh

3 sumberBaca dalam bahasa Inggris
BagikanCopied!
Pria di jendela kantor penukaran mata uang, menunjukkan kurs mata uang di dalam kota yang ramai.

Ringkasan

Bolivia mempertimbangkan pengakuan resmi USDT, stablecoin yang didukung dollar milik Tether, sebagai mata uang pembayaran. Langkah ini mengatasi kekurangan dollar fisik yang akut sambil memanfaatkan adopsi kripto yang meningkat, dengan volume transaksi melonjak ke 430 juta dolar setelah bank sentral melonggarkan pembatasan di pertengahan 2024.

Poin penting

  • Bolivia menghadapi krisis dollar karena cadangan mata uang asing menurun, mendorong pengambil kebijakan untuk mempertimbangkan mekanisme alternatif untuk transaksi dan tabungan.
  • USDT, stablecoin yang didukung dollar terbesar di dunia, akan diintegrasikan secara resmi ke dalam sistem pembayaran nasional Bolivia untuk penggunaan sehari-hari.
  • Penggunaan kripto meledak di Bolivia setelah keputusan bank sentral di pertengahan 2024 untuk menghapus pembatasan aset digital, dengan volume transaksi tahunan mencapai 430 juta dolar.
  • Stablecoin yang dikaitkan dengan dolar AS memungkinkan orang Bolivia untuk memegang nilai denominasi dolar tanpa mengandalkan mata uang fisik yang langka atau bank tradisional.
  • Kerangka kerja ini akan memungkinkan USDT untuk pembayaran, tabungan, dan perdagangan internasional, pada dasarnya membiarkan teknologi blockchain mengisi celah yang ditinggalkan oleh kekurangan mata uang.

Bolivia sedang mengeksplorasi peran formal untuk stablecoin USDT milik Tether dalam infrastruktur pembayaran nasionalnya karena negara itu berjuang dengan cadangan dolar AS yang menyusut. Negara Amerika Selatan, yang kekurangan mata uang keras, melihat stablecoin yang didukung dollar terbesar di dunia sebagai alat praktis untuk transaksi sehari-hari, tabungan, dan perdagangan lintas batas tanpa menghabiskan cadangan dolarnya yang langka.

Proposal datang mengikuti perubahan kebijakan besar. Di pertengahan 2024, bank sentral Bolivia menghapus pembatasan penggunaan cryptocurrency, membuka pintu untuk adopsi aset digital. Hasilnya sangat mencolok: volume transaksi kripto melonjak ke 430 juta dolar dalam satu tahun, menandakan permintaan kuat akan alternatif terhadap sistem perbankan tradisional yang tegang.

Dengan memformalkan penggunaan USDT, Bolivia pada dasarnya akan menggunakan teknologi blockchain untuk menciptakan ekonomi dolar paralel yang menghindari kekurangan mata uang fisik. Pemegang USDT mendapatkan eksposur terhadap nilai dolar tanpa mengikat cadangan bank yang langka, sementara pemerintah menghindari risiko inflasi dengan mencetak mata uangnya sendiri. Bagi negara yang menghadapi tekanan valuta asing, ini mewakili solusi pragmatis meskipun tidak konvensional terhadap tekanan moneter.

Seiring ekonomi negara berkembang menghadapi ketidakstabilan mata uang, ini menandakan potensi titik balik dalam bagaimana negara-negara mungkin mengadopsi stablecoin sebagai alat penyelesaian quasi-resmi daripada memperlakukan kripto semata-mata sebagai spekulatif.
Mengapa ini penting

Baca berita selengkapnya

Kami merangkum sumber-sumber ini. Klik untuk membacanya secara lengkap.

Bagaimana pendapat Anda?

Beri suara bagaimana berita ini memengaruhi pasar.

0 suara

Satu suara per pengunjung · hasil langsung

BagikanCopied!

Ringkasan ini dibuat oleh AI dari sumber-sumber di atas dan mungkin mengandung kesalahan, jadi selalu verifikasi dengan laporan aslinya. Ini hanya informasi umum, bukan nasihat keuangan maupun rekomendasi untuk membeli atau menjual. Pasar memiliki risiko, lakukan riset Anda sendiri.

Ringkasan ekonomi harian Anda, saat makan siang.

Satu email ringkas setiap hari berisi berita yang menggerakkan pasar. Tanpa spam, berhenti berlangganan kapan saja.